-->

Carnival House ♥

Label

  • Art Galery
  • Awake
  • Cry Yourself 自分自身を叫ぶ
  • Games
  • Klinik Tong Fang Jokes
  • Shūkan no kami
  • Story of a Bully
  • Tutorial

Rabu, 15 Agustus 2012

Story of a Bully 4 : Memories? I'm not sure

"Hm ..." aku berjalan tenang. 
God Rebellion?









Diposting oleh Liciavn di 05.18
Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Story of a Bully

Coming out! Shūkan no kami : Season 1 Intro

[NEW RELEASE] 
TITLE : KAMI-SAMA GOMEN NE
AUTHOR : FE - SENSEI (MORNING RISE)
GENRE (S) : COMEDY, ACTION, ADVENTURE, FANTASY, ROMANCE, SCHOOL LIFE, SLICE OF LIFE, SHOUJO













------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Amond." ucap seseorang. "Berhenti makan, kau mengganggu suasana belajarku."

"Ups!" ujar Amond. "Maafkan aku,"
"Nerah-sama."



Nerah Minua. Seorang perempuan yang ditakdirkan menjadi "Dewa". Bukan dewa asli tetapi sebagai "Penjaga" wilayah Timur kota Britz. Panggilannya dalam kalangan dewa adalah "God of Habbit" karena God of Fire terlalu mainstream. Berumur 13 tahun. Menjadi dewa karena ... kejadian masa lalu ... yang ia sama sekali lupa.

Tugas Nerah hanya menjaga perasaan manusia, jika ada yang memiliki perasaan galau, sedih, terpukul ... dan jika melampiaskan kepada manusia lain / hewan / makhluk, Nerah akan mengadilinya di Pengadilan resmi, namanya JOH , Judge of Habbit.

Amond. Partner Chara Nerah. Memiliki nama lengkap tapi ia lupa. Sudah bersama dengan Nerah sejak Nerah berumur 5 tahun. Yaaa ... tapi, tak ada yang boleh tahu soal ini. Manusia biasa tak bisa melihat Amond.

"Nerah-sama!" Amond memanggil Nerah. "Ayo kita mengadili perkaAra yang belum terselesaikan kemarin."

"Apa? Mengadili lagi? Jujur aku capai ... tapi," Nerah mengimbuh, "jika memilih di antara membunuh dan mengadili, aku lebih memilih untuk membunuh."

"Nerah ..." Amond lesu.

"JANGAN PANGGIL AKU NERAH! PANGGIL AKU DENGAN AKHIRAN   —SAMA!" aku membentak 
Amond.

"Gomen ne," Amond meminta maaf,


Shūkan no kami














Diposting oleh Liciavn di 00.11
Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Shūkan no kami

Sabtu, 11 Agustus 2012

Story of a Bully 3 MIS Edition : You're mine, not him.

Cerita sebelumnya*
"Moru. Ayo kita kembali ke kelas," aku menarik lengan baju Moru yang lembut dan asli kain sutra 100% itu, "aku tidak betah kelamaan disini. Ayo kita pergi!"
============================================================================

"STOP!" Gye Sung menyela, "Kau rela pergi dengan seseorang yang selalu memaksakan kehendakmu untuk selalu ikut kemanapun kau pergi, bahkan pergi ke sekolah dan pulang ke sekolah bersama? WAW! Aku harus mengakui itu trik hebat untuk menakhlukkan wanita. Moru , kau sangat hebat dalam hal seperti ini." Kemudian Gye Sung memuji, hingga mencela.


"Yaah ... aku akui, kau memang hebat. Tapi," ia melepaskan tanganku dari lengan Moru. "Tapi ... aku yang pantas menjaganya." ujarnya, sambil merebut tanganku.


"Tu-tunggu dulu, aku tidak memanggil itu suatu paksaan," aku membela Moru. "Ia berharap untuk menolongku agar aku tidak dibuli. Dan aku pikir itu tindakan mulia yang biasa dilakukan sahabat."


"Tentu tidak," ia membalas, berganti pose. "Coba kau pikir. Dengan, Kyori yang manis. Ini jaman apa? Kini jaman jahiliyah dimana semua orang menginginkan segalanya dengan nafsu duniawi. Dan aku pikir, betapa langkanya hal yang seperti itu sekarang! Jika betul iya, ya 'Moru'mu ini memang hebat!"


"Uuukh ..." Moru geram. "Jadi kau pikir aku ini apa? Kembalikan Kyori ke hadapanku!"

"Kalau begitu, nyatakan perasaanmu yang paling dalam di lubuk hatimu." Gye Sung mengomando. "Katakan,"

"Katakan, apa kau suka pada Kyori?" Gye Sung menantang. "Katakan sekarang juga, dengan keras, jujur!"


Suasana kian gaduh makin ramai, dan Moru memanfaatkan situasi itu agar suaranya tidak terdengar jelas (Tentu! Karena ramai jadi kurang dengar dong)


"Ba-ba-baiklah!" Moru seakan - akan menggambarkan 'Challange Accepted', "Aku ... aku memang menyukai Kyori." ia berkata pelan.


Aku ikut tersentak. Bagaimana mungkin Moru yang sopan seperti itu suka kepadaku? Apa mungkin sejak ia menaburkan mentega basi padaku-Ups! Aku sudah tidak mau mengingat itu lagi. Karena itu tubuhku bau selama 1 hari dan sudah kubersihkan dengan 10 jenis sabun tapi baunya tak juga hilang. Sungguh menyedihkan.


"Ooh ... Akhirnya kau angkat keputusan dengan jujur." Gye Sung merasa puas. "Tapi karena cerita ini tidak berhubungan dengan genre romance, jadi telah diputuskan oleh penulis cerita ini agar ditambahkan genre tersebut!" Gye Sung menambahkan.


"Gye Sung! I, itu tidak penting! Aku sudah mengungkapkan perasaanku lalu ba-bagaimana?!" Moru tak bisa diam.


"Kita lanjutkan nanti saat istirahat. Nanti guru - guru bisa berdatangan menyeret kita masuk kelas jika kita tetap berada di sini." Gye Sung ambil tindakan.


"Baik, Gye Sung. 1 Pertanyaan lagi sebelum masuk ke kelas barumu," Moru memohon. "Kumohon!"


"Apa itu?" Gye Sung mengimbuh, "Cepatlah sebelum aku memanggil guru padamu." ia mengancam.


"Apa kau juga menyukai Kyori dan apa alasanmu kau kesini? Itu saja." Moru tampak ingin tahu.


"Pilih salah satu pertanyaan saja," Gye Sung menghindar.


"Baiklah, baik!" Moru mengontrol diri, "Apa kau juga menyukai Kyori?"

"Ehm ... sebenarnya ini pertanyaan yang cukup sulit bagiku," Gye Sung berdehem, "Karena memang dari awalnya aku tertarik pada Kyori. Kalau Kyori menyukaiku maka aku akan menyukainya."

"Jawaban yang simpel," Moru memuji, "dan meyakinkan."


"Baiklah, aku masuk ke kelas dulu. Aku ke kelas 1 - B. Bagaimana denganmu Kyori? Kau diam saja daritadi." Moru mengajak bicara.


"Hemm ... aku masuk kelas 1-B juga. Ayo , Moru!" aku menggenggam tangan Moru dan membawanya ke kelas 1-B.


Gye Sung yang aneh. Mengapa ia bicara terang - terangan di depan orang banyak seperti itu? Aku bisa malu tujuh turunan kalau begini caranya, pikirku. Gye Sung tidak jahat padaku. Ia hanya senang bermain dan sifat kedewasaannya belum bertambah sama sekali! Seperti saat kami bertiga, masih kecil sekali ... 


Apa? saat masih kecil? aku bertanya - tanya pada diriku sendiri, mengingat masa lalu.

Oya, pada masa kecil, aku dan Moru serta Gye Sung selalu bermain bersama. Entah apapun permainannya, kami selalu kompak dan selalu bersama. Tapi siapa yang menduga, bahwa kelak Gye Sung dan Moru menyukaiku akhirnya.

Aku berusaha memecahkan misteri itu saat jam pelajaran, dan hasilnya ... ya ... aku ditegur, tapi tidak dihukum. Oleh karena itu aku berusaha memutuskan apa yang terbaik untukku saat istirahat ke-2 nanti. Jika tidak, aku bisa dimarahi guru lagi.


Istirahat ...


"Moru, aku ingin tahu apakah soal tadi pagi saat kau menjawab pertanyaan Gye Sung, kau bercanda kan? Kau tak mungkin serius." ujarku sambil menyeruput minuman cola-ku itu.


"Tentu saja," ia menjawab. Aku bernafas lega karena kenyataannya Moru bercanda.


Apa yang aku katakan? Tentu saja aku serius! dari dalam hati, Moru menjerit amat keras, dan bunyi kegemerincingan kekecewaan karena ia telah membuatku menganggap seakan - akan ia bercanda. Moru yang bodoh. Mana ada orang sebodoh ia sekarang?


"Gotcha." suara familiar yang sering kudengar. "Aku berhasil menemukan kalian berdua."


"Lalu apa?" aku menjawab dengan santai, dingin. "Apa maumu kemari? Kau mau mengajak aku bercekcok panjang lebar-hingga mulutku berbusa-hanya untuk membuatmu puas? Hebat sekali kau." 


"Jangan dingin begitu," Gye Sung mendekat. Terlalu dekat. "Kau ingat kan, masa kecilmu dulu, hah? Kau terjerembab dan meminta pertolongan kepadaku dan itu semua karena Moru kesayanganmu ini, hah?"


"Ma, maksudmu?!" Moru menegakkan tubuhnya.

"Ya," Gye Sung membalikkan wajahnya. "Peristiwa saat kau bermain dengan Kyori, namun kau mendorongnya ke sungai dan ia terjerembab di pinggir sungai saat itu. Ia terbaring selama seminggu dan itu karena kau." 

"Sekarang kau ingat, kan?"


"Tu-tunggu! Gye Sung, aku sama sekali tak mengingat itu saat kecil." aku beralasan, "Kau pasti mengada - ngada."


"Emm ... emmm," aku terdiam dan terpaku.

Aku harus mencari alasan, demi Moru! Ya, demi dia aku rela berbohong! pikirku.

"Jangan berbohong, Kyori." Gye Sung mengancam. "Aku tahu itu."

"Kalau begitu, apa kau punya cukup bukti?!" Moru bertanya lagi.
"Cerewet sekali kau. Aku memiliki cukup bukti, bahkan lebih! Kau bisa lihat, di handphone ku ini ada bukti bukti yang melimpah! Dan foto - foto kalian saat kecil juga ada!" Gye Sung kembali mengomando.

"Mana, lihat!" Gye Sung mengeluarkan handphone nya yang bermerek SUMSUNG itu, handphone elite yang kini jarang orang yang punya. Nama Handphone/seri nya, SUMSUNG E3314.

"Wuah, E3314!" aku kagum, terpesona.
"Aku bisa membelikannya kepadamu satu buah," Gye Sung menawarkan.
"Oh ya?" aku agak curiga. Bagaimana ia mampu membelikanku SUMSUNG E3314? Itu luar biasa mahal karena sangat canggih. Tidak jarang, pemilik E3314 sering kemalingan. Apa ia tidak takut hp nya hilang?

"Tentu saja." ia tersenyum.

"Tidak usah banyak bicara, cepat tunjukkan fotonya padaku." Moru mengancam.
"Baik, baik!"

"Lihat, apa ini tak cukup bukti?" Gye Sung menunjuk - nunjuk fotoku yang ada di hp nya.
"Be, benar juga ..." Moru mendesah. Ia merasa bersalah. Kepadaku.
"Maafkan aku, Kyori !" ia menunduk.
"Ti-tidak perlu! Itu hanya karena aku yang ceroboh, d-dan akhirnya aku te,terjerembab dan..." aku menghindar.
"Tidak! Moru benar. Ia yang salah, kau memilih tindakan yang tepat: Meminta maaf kepada Kyori." Gye Sung bersikap seakan - akan ia adalah jaksa hakim.

"Sudahlah, aku sudah makan banyak dan aku harus kembali belajar di kelas, sampai jumpa Gye Sung, Moru ..." aku berbalik menuju ke kelas. 

Saat dalam perjalanan ke kelas, tiba - tiba  anak murid perempuan memblokir jalan untuk masuk ke kelas 1B. Kelasku.

Apa yang terjadi? Mengapa banyak sekali anak murid perempuan disini?  aku bertanya - tanya.


"Apakah kau Kyori, Kyou Monarisa, anak kelas 1-B teman semasa kecil Gye Sung-sama?" seru anak perempuan berebadan subur yang cukup tinggi dan kelihatannya kuat, tangguh.


"Y,ya..?" aku menjawab sambil menggigil.
"Ooh, jadi kau."

Ia menghantamku dengan pukulan keras. Anak buahnya menghantamku dari segala penjuru arah.

"Ta-tapi apa-apaan ini?!" aku berusaha keras menghindarinya.
"Kau telah merebut Gye Sung dari tangan Angela!" serunya lagi, berusaha menghantamku untuk kedua kalinya.

"Siapa Angela?!" aku bertanya.
"Dia!" Ia menunjuk ke belakangnya, seorang perempuan paruh baya yang cantik, modis, dan stylish.
"Dengar Kyori, jika kau tak ingin kejadian ini terulang lagi, kau harus menjauhi Gye Sung! Ia ditakdirkan bersamaku! Ingat itu!" Angela mengancam.

Aku terpaku. Semua bagian tubuhku luka - luka. Aku berusaha bangkit, namun tidak bisa. Tidak ada tanda - tanda khusus yang jelas menyatakan aku ditindas, dan itu membuatku bisa beralasan bahwa aku jatuh dari sepeda-kepada guru.

"Kau kenapa, Kyori?!" Moru tiba - tiba menghampiriku dengan cemas.

"Apa maksudmu? Aku tidak apa - apa, UHUK!" aku berbohong.

"Tidak apa - apa bagaimana? Kau penuh luka! Ayo ke UKS!"

"Luka ringan, tidak ada penyakit khusus. Beristirahat sedikit kemudian akan pulih," ucap guru yang mengurus bagian UKS yang kemudian pergi.

"Katakan, apa yang terjadi hingga kau luka - luka begini." Moru menyuruhku untuk buka mulut.

Aku menggeleng, membungkam mulut.

"Katakan," aku tetap terdiam.
"Kyori,"
"Kuhitung sampai 3,"
"1"
"2"
"3!"

Aku tetap diam membisu. Moru tampaknya mulai geram.
"SUDAHLAH!" ia marah, "AKU TAK MAU LAGI MELIHAT WAJAHMU YANG TAMPAK LUGU TAPI KEJAM ITU!" ia kemudian membanting pintu, dengan amat keras, tentunya.

"Tunggu! Moru!" aku berusaha mengejarnya, tapi, ternyata Moru mengunci pintunya dari luar, kemudian menguping.

"A-auch!" ternyata aku menginjak beling.

Jika ini bukan karena Gye Sung, lalu siapa lagi?
"Aku sudah dipukuli, di 'PDKT', lalu aku ditinggalkan Moru. Lalu siapa lagi yang mau denganku?" aku mulai menangis, tersedu - sedu. 

"Tak aneh jika Moru meninggalkanku karena memang aku tidak pantas untuk hidup, oleh karena itu," aku bicara pada diriku sendiri. "Tak ada jalan lain selain membunuh diriku sendiri,"

Moru tersentak kaget. Ia mengambil kunci lalu segera membuka kamar UKS itu untuk menghentikanku, tapi terlambat. Beling yang kutancapkan di perut sudah tertusuk amat dalam. 

"Aku sudah menduga kau akan kembali lagi, hahahaha." aku tertawa kesakitan. 
"Kyori! Sadarlah!" Moru khawatir.

"APA? APA YANG KAU MAU? AKU SUDAH CUKUP BANYAK MENJALANI DERITA. SEKARANG APA LAGI? HAH?" aku menjerit. "BUNUH AKU SEKARANG JUGA!"

Tiba - tiba Moru terpental, keluar dari ruangan. Aku yang sekarat itu tiba - tiba tak merasakan kesakitan lagi.

"Aku merasakan keberanian luar biasa dari dalam dirimu," tiba - tiba ada suara gaib yang terngiang di kepalaku. "Dengan ini, kupinjamkan kekuatan God Rebel-Kekuatan Dewa Rebel- untuk bekal dirimu. Tapi ingat, kekuatan ini hanya berlaku untuk membela dirimu. Semakin sedih / murka nya dirimu, semakin kuat kekuatan yang kau rasakan. Kuberikan juga kau gelang dewa, kau bisa memakai gelang itu jika kau ingin memakai kekuatan dewa."

"Tunggu, apa maksudmu?!" suara gaib itu lenyap.
Aku menghadap kebelakang, ada suara yang besar dan menakutkan dari belakang. Hentakan kaki yang amat kuat.
"Mo, Moru?"

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
To Be Continued Next Week! Things more complicated!
Now, Kyori got a power of a goddess named Rebellion! What should she do next to vanish Gye Sung from her life? What about Angela?
Coming next week! 


Diposting oleh Liciavn di 03.53
Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Story of a Bully

Jumat, 10 Agustus 2012

Woo-hoo! Coming out, S-O-A-B 3 Complete edition ! More complicated actually, Sypnosis:

Indonesian:
Yuuhuu! Akan terbit S-O-A-B 3 Edisi Komplit ! Semakin seru seperti biasanya, sipnosis:

Gye Sung, murid pindahan Korea yang datang ke MIS, membuat gaduh karena nyatanya ia adalah teman semasa kecil Kyori, gadis cilik dari pemilik perusahaan terbesar nomer satu di kotanya? Apa yang menyebabkan Gye Sung datang ke MIS? Mengapa ia tertarik dengan Kyori? Dapatkan semua jawaban itu di cerita selanjutnya : 
Story of A Bully : MIS
Chapter 3 : You're Mine, not him.

Diposting oleh Liciavn di 02.44
Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Rabu, 08 Agustus 2012

Will Arrive Soon! Cry Yourself 03 Complete

Hello! We're here, that this posts means that will arrive Cry Yourself 4! And ... the interesting news is Cry Yourself 3 is now on book! (Words text) 
More complete! More interesting! With bonus pictures included!
Get now! Released August 10th of 2012! This is the cover we made before!




Im sorry its too bloody! Because its the episode that she killed her lovely sistah', is it? So, we make it "a little" bloody. We have another bonus for ya' all. A Sketch bonus!


Thats all we want to message! Please wait for the update guys!
Ooh, Download the line story at :
im%sorry%no%link%yet


Diposting oleh Liciavn di 06.21
Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cry Yourself 自分自身を叫ぶ

Cry Yourself 2 : Why?!

Pulang dari sekolah, jemu, sedih, galau, bagaimana tidak? Di Sekolah selalu dibuli, diejek, diperlakukan seperti bonekanya sendiri. Hmm ...
Ceklek ... pintu terbuka ...


"Aku pulang, aya-..." aku terpaku.
"Ayah?" Aku kaget melihat ayah berlumuran darah, tertancap pisau. Tampak sekilas kulihat adikku, menggigil ketakutan di pojok dapur.

"Yurisa ..." tas ku terjatuh , saking kagetnya.
"YURISA!!!!" aku berteriak memanggil nama adikku yang sangat kucintai itu-kini tidak. Ia melenyapkan kenanganku bersama ayahku yang kini hanya sekecil glitter gemerlap yang mulai merata. Lenyap. Hangus. Tandus. Terpaku. Hanya terpaku.

"YURISAAAAAAA!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA AYAHANDA, YURISA!!!!!!!!!!!!" aku mencengkeram kerah baju Yurisa. Dendam, amarah, kesepian, dan rasa bingung pun bersatu.

Yurisa bergetar tak berhenti. Ia menangis. 
"A .... aku ... maafkan aku .... aku .... aku.." ia terbata - bata.
"JAWAB SEKARANG JUGA ADA APA!!!!! YURISA!!!" aku mempererat cengkeramanku.
"AKU TIDAK TAHU! AKU ... TAK SENGAJA PISAUKU TERLEMPAR .... AKU .... AKU .... dan ..." air matanya mengucur deras.
"LALU ... MENUSUK AYAH? HEBAT!!! KAU LENYAPKAN SEMUA DERAI AIR MATAKU YANG KURELAKAN UNTUK MENDOAKAN AYAH SETIAP HARI, MEMBAHAGIAKAN KELUARGA DAN KINI MIMPIKU ITU LENYAP DAN SEMU SEBELUM TERWUJUD?" amarahku meningkat, aku ... aku ... aku tak kuasa, mengambil pisau dan ...

"Yurisa ... tebus nyawa ayah dengan nyawamu ..." aku menodongkan pisau ke arah matanya. Pisau yang berlumuran darah dan penuh sabetan itu ... "TEBUS NYAWAMU SEKARANG!"

"AAAAAKKK ...... JANGAN ...... AKU TAK SENG-" Pisau yang tajam itu sudah tertancap tepat di perutnya, kutebas sangat dalam, dan ...

"TIDAKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!" aku berteriak.
"APA YANG KULAKUKAN? MENEBASNYA DENGAN TAJAM DAN ..." aku memutuskan lari dari rumah dan aku menyamarkan namaku, menjadi Morisu Yakatagi. Morisu ... namaku kini.

TO BE CONTINUED!!! 
Cry Yourself 3 : Sins & Revenge

Diposting oleh Liciavn di 05.51
Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Cry Yourself 自分自身を叫ぶ

Story of a Bully 2 : This world is not to cry on

CIIIT!! Mobil Moru tepat berada di depan rumahku.
"Kamu tidak apa - apa bareng Moru, ke sekolah? Kalian kan, berbeda jenis kelamin!" ibu khawatir.

"Tidak apa - apa, tidak masalah, ia sahabat karibku! Ya ... Moru. Daa!" aku bergegas ke mobil Moru.

"Hey, Moru!" aku langsung mengambil tempat duduk tepat di sebelahnya.
"Ada apa denganmu? Minggir! Jangan terlalu dekat! Hus... hus!" ia mengusirku.
"Uuuhh ... =3=" aku membalasnya. "Memangnya kenapa, sih? Aku kan cuman mau duduk di sebelahmu saja." aku berkacak pinggang.
"Pokoknya tidak! Kita belum punya status hubungan yang jelas, camkan itu." ia menggeser duduknya dan menjauh.
"Pokoknya aku di sebelahmu!"
"Tidak!"
"Iya!"
"Tidak!"
"Pokoknya harus IYA!"
"Ukh!" akhirnya ia mengalah. "Yasudahlah ... apapun jadinya, kali ini saja!" ia memberi dispensasi.
"Baiklah!" aku setuju.
"Apa - apaan anak itu? Aku tidak mengerti apa yang ada di pikirannya!" Moru berpikir keras. 

CIIT .... Untuk kedua kalinya mobil berhenti di depan gerbang masuk MOD International School. Aku dan Moru langsung bergegas masuk, karena sudah mau terlambat.

"Ayo, cepat!" Moru menggandeng tanganku.
"Ya!"

Sebelumnya , disini seperti ... hening sekali. Tapi ... MENGAPA DI SINI JADI BANYAK MURID CEWEKNYA?!

"Mo ... Moru ... apa kau tidak merasa aneh?" aku mempererat peganganku.
"Apa yang kau maksud dengan ... 'aneh'? Apa kau juga merasa bahwa ..." ia mempercepat langkahnya. "Bahwa di sini jadi banyak murid perempuan, begitukah Kyori?" 
"Ternyata kau merasakannya juga! Moru, jangan - jangan ada ..." kata - kataku yang belum selesai itu, terputus begitu saja.

"MINGGIR ! MINGGIR!" ada seorang penjaga gerbang yang mengusir kami dari hadapannya. Ada apa sih?
Tiba - tiba mobil mewah masuk ke sekolah kami. Aku dan Moru mengambil langkah mundur.
Dan ... keluarlah seorang laki - laki yang sepertinya aku pernah melihatnya ... dari koran, internet, atau majalah . . . siapa yaa?

"KYAA!! Gye Sung!" semua anak perempuan berteriak memanggil nama orang itu ... Gye Sung. Orang Korea, hah?
Tiba tiba orang yang dipanggil 'Gye Sung' itu menghampiriku, menatap tatapan mataku. Aku tidak mengerti, dan tiba tiba ia berkata sesuatu sambil memegang tanganku.
"Anak dari direktur perusahaan nomer 1 di kota ini, Kyou Monarisa, Kyori?" ia berkata dengan tenang. 
Semua anak perempuan tersentak. Antara terkejut dan cemburu. Mengapa? Gye Sung sangat populer di kalangan remaja. Tidak heran semua orang menyukainya.
"Yah ... ya, aku ... aku Kyori." aku menjawab dengan gugup.
"Ternyata dugaanku tepat." ia melepaskan genggamannya.
"Lalu apa yang kau inginkan dari Kyori?!" tiba - tiba Moru menyela.
"Ooh, jadi ini pacarmu?" Gye Sung mencibir.
"Te-tentu saja bukan!" aku dan Moru menjawab bersamaan.
"Bohong atau benar?" sepertinya Gye Sung ingin menggoda Moru.
"TENTU SAJA BENAR JIKA KAMI HANYA BERTEMAN!" aku dan Moru lagi - lagi menjawab bersamaan.
"Kau jangan ikuti omonganku!" aku berbalik ke arah Moru.
"Yee! Siapa yang mengikutimu! Aku hanya berbicara apa yang ingin aku katakan!" ia mengelak.
"Jangan mengikutiku!"
"Aku tidak mengikutimu!"
"Kau jangan bohong! Kau mengikutiku!"
"Kau yang mengikutiku!"
"MORU!"
"KYORI!!"
"Cukup, cukup! Kalian kompak sekali, kan? Tapi kalian terlihat cocok ..." Gye Sung memuji, "Kalau begitu, to the point. Mengapa kalian cocok sekali?" 
"Gye Sung! Sebenarnya kau ada janji apa menggoda kami?" semua anak perempuan dan laki - laki menyaksikan hal itu, mengelilingi kami.
"Oh ya ... aku sampai lupa sampai keasyikan menggoda kalian. Karena kalian lucu," Gye Sung tertawa. "Aku kesini karena ..."
semua tertegun.

"Karena, aku tertarik denganmu, Kyori." ia mendekat.
"HEEEEEEEEEEEEEEEE?!!!!!" kondisi menjadi ribut.
"Ma ... MA .... MAKSUDMU APA?!" aku berusaha menghindar.
"Ya ... bukankah itu menarik jika aku berteman dengan orang sepertimu?" ia berganti pose, berkacak pinggang.
"Apa maksudmu dengan 'Orang Sepertimu'?" 
"Tentu saja, kau."
"Kau cantik dan lucu. Serta kau cukup populer karena ayahmu direktur no. 1 di kota ini, maka yaa ... aku mencari informasimu dan aku baru tahu kau bersekolah di sini."
Kondisi semakin ribut. Semua membicarakanku dan Gye Sung, termasuk Moru.
"Ta ... tapi ... mengapa kau bisa tahu aku bersekolah di sini?"
"Aku menyewa detektif untuk memata - mataimu, tapi kau tak tahu ... yasudah, aku diam - diam menyewa. Fyuh, bayarnya mahal, lho! Ayo ganti 500 ribu sini cepat!" 
"Enak saja!"
"Tuh kan, kamu memang enak digoda dan lucu. Sudahlah, ayo masuk kelas."
"Y ... ya."

"Moru! Ayo kita ke kelas." aku bermaksud mengajak Moru, tapi ...
"STOP!" Gye Sung menyela.

Diposting oleh Liciavn di 05.35
Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Story of a Bully
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Welcome to Carnival ♥ House !

Pages

  • Home

Recent Post

Tabs

test

Tabs

test

Pengikut

Archives

  • ▼  2012 (28)
    • ▼  September (2)
      • Decorations part.1
      • Tutor : How to make .png files on SAI
    • ►  Agustus (18)
    • ►  Juni (8)

Bg

About

Hello, welcome to We ♥ 5B ! This is the place that 5B's student can socialized. Thank you to visit our blog ^-^


Mengenai Saya

Foto saya
Liciavn
An online light novelist
Lihat profil lengkapku

Blogger templates

Blogger news

Popular Posts

  • First Eye Tutorial SAI by Yelicia^^
    Hellow ~ Its me Yel. This time Yel wll give you Eyes Tutor SAI. Check this out! *Click to zoom. Thanks for visitin...
  • Decorations part.1
    Hi, i am (cA0H) gonna share decorations for you. For my sake too all, it causes i have so many computer at home :p Then if i post in here, ...
  • Happy Lebaran guys!
    Happy Lebaran guys ...  I wish all of you're doing FASTING full :) But not mine, i have an ... rude interruption that i can't do t...
  • Vocaloid Versus Zombies English Sub DL!!
    Hello ... I found an interesting game named VVZ, Vocaloid Versus Zombies. You can download the Mandarin Version here if you're Mandarin ...
  • Paint Tool Sai Hair Tutorial by Yelicia :D
    Hello! Today i'll make tutorial for you all :3 Beginners on SAI :D  I made you Hair Tutorial + Eye Tutorial here . . . See down here ^...
  • Cara membuat Tab page di Blogger dengan gambar
    Halo, kembali lagi ke Yel ^^" Capek nih pake bahasa inggris terus = sok donk? Makanya pake bahasa indo aja, lebh gampang pula, biar ga ...
  • Story of a Bully 3 MIS Edition : You're mine, not him.
    Cerita sebelumnya* "Moru. Ayo kita kembali ke kelas," aku menarik lengan baju Moru yang lembut dan asli kain sutra 100% itu, ...
  • Story of a Bully 2 : This world is not to cry on
    CIIIT!! Mobil Moru tepat berada di depan rumahku. "Kamu tidak apa - apa bareng Moru, ke sekolah? Kalian kan, berbeda jenis kelamin!...
  • Story of a Bully 4 : Memories? I'm not sure
    "Hm ..." aku berjalan tenang.  God Rebellion?
  • Story of a Bully 1 : New Series
    Aku berjalan dengan lesu. Semu. Angin menghempas, tak ada detik yang bergeming memberiku kesempatan, agar aku bisa mencoba lagi masuk ke SMA...

Categories

  • Art Galery (1)
  • Awake (2)
  • Cry Yourself 自分自身を叫ぶ (5)
  • Games (1)
  • Klinik Tong Fang Jokes (1)
  • Shūkan no kami (2)
  • Story of a Bully (5)
  • Tutorial (1)

Blogroll

Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright© All Rights Reserved Carnivalhouse.blogspot.com